Resume PKKMB Universitas Lampung 2023 - Day 1

 



Materi PKKMB Universitas Hari Pertama

Hj. Eva Dwiana, S.E., M.Si. (Walikota Bandar Lampung)

    Hj. Eva Dwiana, S.E., M.Si., memberikan materi yang bertajuk Pengembangan Karakter Mahasiswa (Unggul dan Inovatif). Beliau menyampaikan dan mengingatkan para mahasisa baru untuk tetap mejaga etika dan tata krama, Giat Belajar dan dapat menghargai dan memahami perjuangan baik itu perjuangan orang tua kita maupun perjuangan kita.

    Kita juga di ingatkan untuk selalu dapat mengahargain kesempatan karena kesempatan hanya datang sekali, sehingga kita harus selalu bersyukur dan berusaha yang terbaik saat di beri kesempatan. Dan jika ada kesempatan maka harus kita ambil karena kesempatan tidak datang dua kali.


Dr. Eng Suripto Dwi Yuwono M.T (Wakil Rektor 1 Bidang Akademik)

    Dr. Eng Suripto Dwi Yuwono, M.T., memberikan materi yang bertajuk Pendidikan Tinggi di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.

    Unila memiliki visi untuk menjadi Center of Excellence baik di tingkat nasional maupun internasional sebagai institusi yang kuat (BE STRONG) berlandaskan nilai nilai luhur budaya nasional dan Pancasila.

    Unila memiliki misi untuk menerapkan TriDharma perguruan tinggi yang berkualitas guna menghasilkan Sumber Daya Manusia yang adaptif dan fleksibel terhadap perubahan serta Inovasi yang bermanfaat bagi peningkatan daya saing bangsa.

Sistem pembelajaran unila ada tiga macam yaitu : Daring, Luring dan Hybrid

Society 5.0 adalah era dimana ilmu pengetahuan yang memanfaatkan teknologi dan AI, komputerisasi dan Robotic Industry.

Society 5.0 merupakan konsep Society yang Human Centric dan juga Tech Based dimana di Unila terdapat beberapa program untuk mewujudkan era Society 5.0 yaitu :

  • Kurikulum Merdeka
  • International Exposure
  • Kegiatan Mahasiswa di Luar Kampus
  • Pengelolaan Lingkungan

Untuk Kegiatan Mahasiswa di Luar Kampus adalah termasuk salah satu program pemerintah dan Unila dengan nama Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Untuk program Pusat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PMBKM) adalah :

  • Student Exchange
  • Magang Industri
  • Membangun Desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik
  • Kewirausahaan
  • Study/Independent Project
  • Penelitian/Riset
  • Proyek Kemanusiaan
  • Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan

Danrem 043 Gatam – Brigjen Iwan Ma’ruf Zainudin, S.E.

    Brigjen Iwan Ma’ruf Zainudin, S.E., memberikan materi yang bertajuk Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Bela Negara adalah sebuah konsep yang disusun oleh petinggi negara untuk menentukan tingkat patriotisme seseorang.

    Kondisi Masyarakat pada saat ini terhadap negara adalah Masyarakat kurang perduli, Mengabaikan norma dan Kurang paham sejarah. Hal ini tentu bukan hal yang baik.

Untuk itu kita perlu belajar untuk meningkatkan rasa cinta kita terhadap NKRI dengan cara :

  • Tertib
  • Disiplin
  • Stop Korupsi, Kolusi dan Nepotisme
  • Kenali Indonesia dengan Baik
  • Hentikan tontonan yang tidak bermanfaat
  • Saling Toleransi satu sama lain
  • Bersikap ramah dan jadikan sikap ramah sebagai identitas Indonesia
  • Paham makna upacara
  • Hindari prilaku sex bebas
  • Gunakan Produk Produk buatan dalam negeri.

     Selanjutnya adalah memahami posisi UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagai hukum dasar negara yang tertulis dan berisi norma-norma dan aturan aturan yang wajib di taati. UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 adalah sumber dari seluruh hukum di Indonesia sebagai Hukum dasar yang tertulis.

Selanjutnya adalah kedudukan sesanti ‘Bhineka Tuggal Ika’ sebagai sarana kebebasan semua warga Indonesia untuk :

  • Berkebudayaan
  • Adat Istiadat
  • Bertradisi
  • Agama
  • Bahasa
  • Tata kehidupan sesuai Lingkungan Masyarakat

Adanya Bhineka Tungga Ika bertujuan untuk Memperkuat Persatuan dan Kesatuan hubungan antar Masyarakat yang harmonis.

 

Kapolda Lampung

 

Kapolda Lampung memberikan materi yang bertajuk Bahaya Terorisme, Narkoba dan Intoleransi.

    Indonesia terdiri atas 17.504 Pulau, 1.300 Bahasa Daerah, 726 Suku Bangsa, dan 6 Agama Resmi yang diakui oleh negara sehingga secara demografis maupun geografis Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan berbagai macam keberagaman yang kemudian membentuk Kebangsaan Indonesia sebagai negara yang plurar.

    Globalisasi dapat memunculkan persaingan ketat sehingga muncul dimensi kejahatan yang baru serta lunturnya nilai luhur bangsa.

    Media utama yang menjadi pusat globalisasi adalah Sosial media dimana di sosial media semua orang memiliki Freedom of Speech sehingga walaupun banyak konten positif, banyak juga konten negatif yang ada di social media seperti Intoleransi, Radikalisme, Cybercrime, dll.

    Internet dan sosial media berkembang sangat pesat dan sangat mudah di akses oleh seluruh kalangan masyarakat sedangkan masyarakat Indonesia masih mudah terpengaruh dengan berita hoax dan hasutan hasutan berbau Intoleransi dan Radikalisme karena minimnya literasi dan tidak melakukan sistem Check and Recheck fakta.

    Intoleransi adalah situasi dimana minimnya toleransi atas perbedaan perbedaan yang ada di negara kita. Merasa dirinya/kelompok/golongannya paling benar sehingga tidak mau toleransi atau bekerja sama dengan orang lain/kelompok lain sehingga menimbulkan konflik.

    Radikalisme adalah paham yang berusaha untuk mengajarkan untuk melakukan perubahan dengan cara memaksa dan menggunakan kekerasan dan menempuh cara cara yang ekstrim.

Intoleransi dan Radikalisme memiliki kesamaan yaitu keduanya dilandasi oleh faktor kebencian atas adanya perbedaan. Cara untuk mencegah Radikalisme dan Intoleransi adalah :

  • Deradikalisasi terhadap golongan radikal dengan memberdayakan Tomas/Agama
  • Berdayakan Polisi Masyarakat dan Penguatan Sistem PAM SWAKARSA
  • Penegakan Hukum
  • Pendekatan secara lunak seperti rehabilitasi dan Program pendidikan.

 

Stagas PPKS Unila

    Satgas PPKS Unila mengisi materi terakhir dengan memberikan pengetahuan tentang Kekerasan Seksual, yaitu ciri cirinya, jenis jenisnya, cara pencegahannya, cara melaporkannya, cara bertindak saat melihat/menyaksikan kekerasan Seksual, cara menjadi bystander yang baik.

    Satgas PPKS Unila juga memberikan informasi tentang program untuk memberikan dukungan kepada korban kekerasan seksual.

0 Comments